Minggu, 21 Oktober 2012

Tugas EPTIK Audit IT


Nim     : 11101871
Nama   : Nur Hayuni
Absen  : 37

Pengaduan Kartu Kredit Mendominasi

JAKARTA, KOMPAS.com — Sepanjang tahun 2011 masalah terkait kartu kredit mendominasi laporan pengaduan yang diterima Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). YLKI juga mencatat kasus pengaduan kartu kredit melalui surat pembaca di enam media cetak yang mencapai 222 kasus. Persoalan tagihan menjadi kasus utama kartu kredit.
Ketua Pengurus Harian YKLKI Sudaryatmo menyebutkan, dari 525 pengaduan yang diterima YLKI, sebanyak 147 kasus di antaranya merupakan kasus jasa perbankan. "Tahun 2011 tercatat 68 orang yang mengadukan kasus kartu kredit ke YLKI. Selain itu ada 34 orang yang mengadukan melalui website," kata Sudaryatmo, Selasa (3/4/2012) di Jakarta.
Menurut Sudaryatmo, pengaduan kasus jasa keuangan yang didominasi kartu kredit di Indonesia tergolong tinggi. Angkanya mencapai 28 persen, sementara di Malaysia 16,6 persen, India 11,6 persen, dan Hongkong 7,6 persen.
Kesadaran konsumen untuk mengadukan kasusnya tergolong rendah. Tahun lalu hanya ada 525 pengaduan, sementara di Malaysia 32.309 kasus, India 70.453 kasus, dan Hongkong 31.207 kasus.
Aryani Putri, peneliti YLKI mengatakan, sepanjang tahun 2011 pihaknya juga mengumpulkan pengaduan kartu kredit melalui surat pembaca di enam media cetak. Keenam media tersebut adalah Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Suara Pembaruan, Warta Kota, dan Bisnis Indonesia. Tercatat 78 orang yang mengadukan 222 kasus kartu kredit.
Editor :
Nasru Alam Aziz

Analisa Kasus :
Penggunaan teknologi informasi terutama di sekrtor perbankan saat ini menjadi suatu kewajiban untuk memenuhi kebutuhan bisnisnya. Bahkan penggunaan teknologi informasi ini menjadi suatu keunggulan daya saing. Namun demikian resiko selalu mengiringi. Contohnya pada studi kasus diatas “pengaduan kartu kredit mendominasi” yang sangat merugikan nasabah, potensi resiko ini menjadi perhatian Bank Indonesia sebagai regulator perbankan dengan menerbitkab peraturan yang mewajibkan manajemen banj untuk menerapkan manajemen risiko atas penggunaan teknologi infomasi utnuk memenuhi ruang lingkup pengendalian intern, manajemen resiko, dan governance.

Saran :
Melaksanakan fungsi audit intern yang efektif dan menyeluruh terhadap penggunaan teknologi informasi oleh Bank.
Melakukan audit teknologi informasi yangdilakukan oleh pihak ekstern yang independen.
Mengidentifikasi area resiko TI yang akan menjadi fokus audit.
Memastikan penerapan prinsip kerahasiaan (confidentiality), integritas (integrity) dan ketersediaan (availability) TI.
Mengevaluasi efektivitas perencanaan dan pengawasan penyelenggaraan TI yang dilakukan oleh satuan kerja TI dan satuan kerja pengguna TI.
Menyarankan alternatif perbaikan untuk mengatasi kekurangan aspek-aspek terkait I khususnya di bidang pengamanan.
Melakukan pemantauan terhadap tindak lanjut atas hasil audit.
Berperan sebagai nara sumber dalam aspek pengendalian dalam hal Bank melakukan pengembangan penyelengaraan TI seperti pengembangan aplikasi.
Menyusun dan mengkinikan pedoman kerja yang sekurang-kurangnya mencakup standar baku prosedur pemeriksaan, kertas kerja dan pelaporan hasil pemeriksaan.
Melakukan evaluasi terhadap fungsi dan kecukupan pengendalian intern dalam sistem informasi Bank


Sumber :
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/04/03/18504278/Pengaduan.Kartu.Kredit.Mendominasi